KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Pengurus Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Kota Kendari resmi terbentuk setelah menggelar Musyawarah Kota (Muskot) yang dirangkaikan dengan pemilihan ketua untuk masa bakti 2026–2030. Dalam forum yang berlangsung secara musyawarah mufakat tersebut, La Ode Muh. Alfajir disepakati sebagai Ketua PORDASI Kota Kendari.
Musyawarah dihadiri Sekretaris KONI Kota Kendari Rasman, Ketua PORDASI Sulawesi Tenggara Saharuddin, Sekretaris PORDASI Sulawesi Tenggara Idham, Bendahara PORDASI Sulawesi Tenggara Lolita, serta perwakilan stable berkuda di Kota Kendari.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris KONI Kota Kendari, Rasman, yang mewakili Ketua KONI Kota Kendari. Ia menyampaikan permohonan maaf karena Ketua KONI tidak dapat hadir akibat menjalankan tugas di luar daerah.
Dalam sambutannya, Rasman menyebut PORDASI merupakan salah satu cabang olahraga yang relatif baru bergabung dalam keluarga besar KONI Sulawesi Tenggara.
“Kalau saya bilang, PORDASI ini adalah salah satu cabang olahraga yang masih baru di Sulawesi Tenggara. Dua tahun lalu PORDASI bersama kickboxing resmi menjadi anggota KONI Sulawesi Tenggara. Karena itu kami menyambut baik terbentuknya PORDASI Kota Kendari sebagai bagian dari penguatan organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota,” ujarnya.
Rasman berharap pembentukan kepengurusan PORDASI Kota Kendari dapat mempercepat pembinaan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara yang akan digelar pada November mendatang.
Menurutnya, Kota Kendari menargetkan mampu mempertahankan gelar juara umum sehingga setiap cabang olahraga, termasuk PORDASI, diharapkan mampu memberikan kontribusi melalui raihan medali.
“Siapa pun yang terpilih memimpin PORDASI Kota Kendari memikul tanggung jawab besar. Kami berharap cabang olahraga ini mampu melahirkan atlet berprestasi dan menjadi salah satu penyumbang medali bagi Kota Kendari di Porprov nanti,” katanya.
Sementara itu, Ketua PORDASI Kota Kendari terpilih, La Ode Muh. Alfajir, mengaku menerima amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab meski dirinya masih harus banyak belajar mengenai dunia olahraga berkuda.
Ia mengatakan, fokus utama kepengurusan ke depan bukan hanya membangun prestasi olahraga, tetapi juga mengembangkan potensi ekonomi dan pariwisata yang dapat tumbuh dari ekosistem olahraga berkuda.
“Saya menerima amanah ini dengan penuh rasa tanggung jawab. Terus terang saya masih sangat minim pengetahuan tentang olahraga berkuda, sehingga saya berharap dukungan, arahan, dan bimbingan dari seluruh pengurus PORDASI Sulawesi Tenggara serta teman-teman di Kota Kendari. Insya Allah kita akan belajar bersama untuk membangun PORDASI Kota Kendari agar berkembang,” ujar Alfajir.
Ia optimistis kepengurusan yang akan dibentuk mampu bekerja maksimal dalam mendukung persiapan atlet menghadapi Porprov sekaligus menyusun program pembinaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, olahraga berkuda memiliki nilai lebih karena tidak hanya membentuk kemampuan fisik atlet, tetapi juga mengandung nilai-nilai spiritual sebagai salah satu olahraga yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
“Ke depan kami ingin PORDASI Kota Kendari tidak hanya dikenal melalui prestasi olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi, peternakan kuda, wisata berkuda, hingga berbagai event yang dapat menarik masyarakat. Kami ingin cabang olahraga ini tumbuh sejajar dengan cabang olahraga lainnya di Kota Kendari,” katanya.
Ketua PORDASI Sulawesi Tenggara, Saharuddin atau yang akrab disapa Mr. Saha, mengatakan pembentukan PORDASI Kota Kendari merupakan bagian dari strategi memperkuat organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota sebagai fondasi pembinaan atlet.
Menurutnya, dalam waktu dekat PORDASI Sulawesi Tenggara juga akan membentuk kepengurusan di sejumlah daerah lain agar pembinaan olahraga berkuda semakin merata.
“Kami menargetkan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara memiliki kepengurusan PORDASI yang aktif. Organisasi yang kuat akan melahirkan sistem pembinaan yang baik, sehingga potensi atlet daerah dapat berkembang secara maksimal. Kami ingin olahraga berkuda tidak hanya hadir sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan sport tourism, ekonomi kreatif, peternakan, dan pelestarian budaya berkuda di Sulawesi Tenggara,” ujar Saharuddin.
Ia menambahkan, PORDASI Sulawesi Tenggara akan terus memberikan pendampingan kepada kepengurusan baru di Kota Kendari agar mampu menyusun program pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, hingga menyiapkan sumber daya manusia yang profesional.
“Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis PORDASI Kota Kendari akan berkembang pesat dan menjadi salah satu kekuatan baru olahraga berkuda di Sulawesi Tenggara maupun tingkat nasional,” pungkasnya.
Reporter : Idris
Editor : Rasman
