Pertumbuhan Kota Kendari dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Pembangunan kawasan permukiman, pusat perdagangan, dan infrastruktur terus meningkat sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, di balik perkembangan tersebut, muncul tantangan berupa semakin terbatasnya ruang terbuka hijau (RTH) yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ruang terbuka hijau bukan hanya berfungsi sebagai elemen estetika kota, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan, meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi suhu perkotaan, serta menjadi ruang interaksi sosial. Oleh karena itu, keberadaan RTH harus dipastikan dapat diakses secara adil oleh seluruh warga, tanpa memandang lokasi tempat tinggal maupun kondisi sosial ekonomi.
Permasalahan utama yang masih dihadapi Kota Kendari bukan hanya jumlah RTH, tetapi juga tingkat aksesibilitasnya. Sebagian masyarakat harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mencapai taman kota atau ruang publik hijau. Di beberapa wilayah, fasilitas pejalan kaki, jalur sepeda, transportasi umum, maupun sarana bagi penyandang disabilitas masih perlu ditingkatkan sehingga akses menuju RTH belum sepenuhnya inklusif.
Aksesibilitas merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan kota yang layak huni. Ruang terbuka hijau yang berkualitas tidak akan memberikan manfaat optimal apabila sulit dijangkau oleh masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menjadikan aspek pemerataan akses sebagai salah satu dasar dalam perencanaan pembangunan RTH di masa mendatang.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ruang terbuka hijau. Kesadaran untuk menjaga kebersihan, merawat fasilitas umum, serta memanfaatkan RTH sebagai ruang rekreasi, olahraga, dan edukasi akan meningkatkan nilai sosial maupun ekologis kawasan tersebut.
Ke depan, pengembangan RTH di Kota Kendari diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan target luas kawasan hijau, tetapi juga memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati manfaatnya. Perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat, analisis spasial, serta pemerataan pelayanan publik menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Kota Kendari yang sehat, nyaman, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan demikian, penelitian mengenai analisis aksesibilitas masyarakat terhadap ruang terbuka hijau di Kota Kendari menjadi penting sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih efektif dan berkeadilan. Hasil penelitian diharapkan mampu memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan ruang terbuka hijau demi kesejahteraan seluruh masyarakat.
Penulis ; Wa Ode Ayu Septya Ningsih Egha (Mahasiswa Prodi Magister Perencanaan dan Pengembangan Wilayah PPs UHO)





