oleh

Dilema Pandemi dan Nasib UMKM Yang Terpinggirkan

-Ekobis-120 views

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia kini semakin mengkhawtirkan para pelaku Usah Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Kendari. Terlebih dengan kembali melonjaknya kasus angka positif dan hadirnya varian-varian baru.

Kekhawatiran ini datang dari salah satu pelaku UMKM di Kota Kendari Abdul Muhaimin yang juga selaku pengelola pusat perbelanjaan oleh-oleh di Toko Mete Mubaraq mengatakan, keberadaan Covid-19 yang tak kian mereda juga berdampak sangat signifikan terhadap omset penjual yang ada di tokonya.

“Kalau untuk omset penjualan itu mengalami penurunan yang sangat signifikan sih kurang lebih sekitar lima puluh persenlah,” ujar Abdul pada kendariaktual.com di tokonya Rabu (30/6/2021).

Menurutnya, penurunan omset penjualan yang dialaminya tersebut, sebagian besar atau sekitar 95% berasal dari tingkat pembelian konsumen yang mayoritas berasal dari luar daerah. Dimana hal ini diakibatkan pembatasan perjalan wisata yang diterapkan pemerintah untuk menghalau laju penyebaran Pandemi Covid-19.

“Tentunya faktor yang paling mendasar itu konsumen sih, karena kan memang rata-rata yang belanja di toko kami ini kan wisatawan. Jadi akhir-akhir ini karena ada pembatasan perjalanan juga karena pandemi, yang berkunjung juga kurang sementara sasaran pasar yang paling kami harapkan yah dari wisatawan itu,” ungkapnya.

Mensiasati hal tersebut, pihaknya juga tengah menerapkan sistem penjualan secara online dengan memanfaatkan aplikasi dan fitur teknologi masa kini untuk tetap bertahan di tengah arus dilema Pandemi.

“Kalau untuk penjulan itu sih memang kami melakukan strategi penjualan melalui media online, untuk para konsumen-konsumen kami terutama yang berada di luar daerah yah,” katanya.

Untuk itu ia berharap, usaha UMKM miliknya dan UMKM lain yang ada di Kota Kendari bisa terus berkembang di daerah ataupun Kota-Kota Lain di luar Sulawesi Tenggara (Sultra), meski dengan keterbatasan akibat wabah Pandemi Covid-19.

Reporter  : Erviana Hasan
Editor       : M Rasman Saputra


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *