oleh

Resufle Pengurus KONI Sultra Dinilai Tidak Tepat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Langkah Pelaksana Tugas (Plt) KONI Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Suryono melakukan resufle kepengurusan dinilai tidak tepat. Sebab masih ada beberapa agenda penting yang mesti dilakukan oleh mantan Ketua KPU Wakatobi tersebut.

Mantan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sultra Kadir ole mengatakan, menanggapi kegaduhan di Koni sultra sangatlah memprihatinkan dunia olahraga secara umum.

“Saya tidak melihat pada sisi pro kontra terhadap org yang mengganti atau orang diganti tapi saya menyorot kinerja koni sultra sebagai mediator pembinaan olahraga prestasi disultra,”jelasnya, pada kendariaktual.com, Jumat (3/12/2021).

Kadir mengungkapkan, dalam menghadapi PON XX lalu siatuasinya gaduh,reseh, bahkan rusuh. Tetapi belum tuntas urusan PON muncul keresehan baru dengan adanya resafel pengurus KONI Sultra.

“Maaf terhadap Jhon saya masih menyebut Jabatan ketua Harian seharusnya yang dilakukan mendesak adalah mempertanggung jawabkan seluruh rangkaian dan capaian kontingen Sulrra pada PON XX Papua, “ujarnya.

Idealnya lanjut mantan wakil Ketua DPRD Sultra ini, KONI Sultra melaksanakan Rapat Anggota Tahunan guna mengevaluasi apa yang menjadi hasil tim PON Sultra di Papua. Terkait resafel pengurus KONI sultra adalah bagian dari evaluasi katanya, Ini juga harus dijelaskan secara terbuka biar tidak menimbulkan kegaduhan.

“Pertanyaan saya sekarang terkait resufle ini apakah resufule yang sporadis ini merupakan evaluasi terhadap pengadaan 8 unit Perahu cano dan kayak untuk persiapan PON yang sampai sekarang tdk diserahkan Ke PODSI Sultra lantaran pengurus PODSIU tdk terima karena tidak memenuhi kwalifikasi tehnis,”ungkapnya.

Selain itu tuturnya, apakah resafel ini dilakukan karena capaian medali emas hanya dari cabor dayung yang terbengkalai proses seleksi TC sampai hari ini belum tuntas. Jadi tambahnya, dari beberapa pertanyaan ini Ketua Harian KONI Sultra La Ode Suryono mesti menjawabnya.

“Dari rangkaian pertanyaan saya ini mesti dijawan oleh Jhon sebagai Plt Ketua KONI Sultra. Sebab jika kita sepakat prestasi Sultra di Papua baik maka kita harus merasa bahwa kebaikan ini lahir dari hasil kerja, lelah, kolektif dari Gubernur sampai La Badola tukang parkir di Koni, “tuturnya.

Namun jika prestasi kontingen Sultra di PON XX dinilai buruk tukasnya, maka KONI Sultra harus berbesar hati bahwa kerja kolektif kepengurusan buruk dan ini yg paling bertanggung jawab adalah pengurus KONI dan pengurus cabang olahraga.

“Kalau ada yang beranggapan hal ini menjadi tanggung jawab gubernur itu tidak tepat sasaran. Sebab Gubernur itu banyak yang beliau pikirkan makanya untuk pikir dan urus olahraga dimandatkan ke KONI dan pengurus Cabor,”tuturnya.

Reporter : Erviana Hasan
Editor     : Wahyu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.