oleh

Rumah Sakit Tiara Sentosa Diduga Terlantarkan Pasien

-Kendari-439 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Risna, nenek pasien balita yang menderita gejala gagal ginjal akut menyesalkan pelayanan buruk oleh Rumah Sakit Tiara Sentosa.

Pasalnya, Risna yang datang di rumah sakit swasta tersebut untuk mengobati cucunya terpaksa kecewa, karena pihak rumah sakit diduga menelantarkan pasien balita.

Risna mengatakan, pada Senin malam, 24 Oktober 2022 dirinya bersama anak dan menantu serta kerabat lainnya membawa cucunya itu ke Rumah Sakit Tiara Sentosa.

Sekitar pukul 12. 00 Wita mereka tiba di rumah sakit, namun selama belasan jam berada di rumah sakit swasta tersebut, pasien balita itu tak kunjung mendapatkan pelayanan medis sehingga nampak lemas.

“Setelah belasan jam, perawat datang memasang infus kepada cucu saya. Namun jarum infus belum bisa tembus, terus saya bilang kalau bisa jangan mi dulu diinfus, karena saya kasihan juga itu anak di tusuk-tusuk belum juga tembus itu infus,” ujarnya, Selasa (25/10/2022).

Karena melihat kondisi pasien yang sudah lemas kata Risna, pihaknya kemudian meminta agar diarahkan di rungan VIP.

Namun pihak rumah mewajibkan keluarga pasien agar memberikan uang panjar alias DP biaya perawatan sebesar Rp1.500.000. Keluarga pasien kemudian membayar biaya awal tersebut.

Risna menambahkan, setelah pihak keluarga pasien melakukan sesuai permintaan pihak rumah sakit, petugas yang melayani keluarga pasien nampak menunjukan keraguan dan ketidakpercayaan kepada keluarga pasien, apakah mampu membayar biaya perawatan.

“Nah, resepsionisnya bilang kita panjar (uang muka) dulu nah. Saya bayar mi. Kemudian dia tanya lagi, bagaimana ka ini ibu, bisa ji ka (bayar biaya perawatan)? Saya bilang mi nanti dikirim ji,” ungkapnya.

Sementara itu, management Rumah Sakit Tiara Sentosa yang hendak ditemui awak media untuk meminta keterangan terkait keluhan keluarga pasien menolak untuk menemui awak media.

Reporter : Dandi
Editor       : Rasman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.