oleh

Tim Penjaringan Disebut Dangkal Menafsirkan Aturan

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Tim Penjaringan calon Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kendari sudah membuka pendaftaran dan sudah menetapkan kriteria bagi figur yang ingin menjadi Ketua. Tetapi oleh salah seorang kader Partai Golkar La Ode Azhar menilai tim penjaringan dangkal dalam menafsirkan aturan.

Menurut Azhar, terlalu dangkal pemahaman tenan-teman terhadap juklan 02. Bahasa dalam juklan sekurang-kurangnya figur yang ingin menjadi ketua DPD II Partai Golkar pernah menjadi pengurus ditingkat kelurahan, tingkat kecamatan, tingkat DPD II dan pengurus sayap partai.

Dengan begitu terangnya, bukan berarti pengurus yang berada diatas DPD II Partai Golkar Kota Kendari tidak boleh menjadi calon ketua Partai Golkar Kota Kendari. Ini juga mempertegas kader yang menjadi pengurus di DPD I maupun pengurus DPP tidak boleh menjadi calon ketua.

“Sebagai fakta ketua DPD I Partai Golkar Jawa Timur adalah pengurus DPP, ketua DPD Kalimatan Tengah juga pengurus DPP Partai Golkar. Contoh palig terakhir calon ketua DPD I Sulawesi Selatan Hamka Baikadi itu adalah pengurus DPP,”jelasnya, di kediamannya, Minggu (16/8/2020).

Artinya dengan begitu tutur anggota DPRD Kota Kendari ini, juklak 02 itu bukan hanya berlaku ditingkatan tertentu dalam internal Partai Golkar. Tetapi juklak tersebut berlaku dan digunakan disemua tingkatan Partai Golkar.

Pertanyaannya saat ini lanjutnya, ditingkatan nasional juklak tersebut memperbolehkan seluruh kader Partai Gollkar menjadi calon Ketua. Lantas di Musda DPD II Partai Golkar Kota Kendari dilakukan pembatasan seperti sekarang ihi bagi calon Ketua.

“Kalau saya menilai ini aneh bin ajaib, ditingkatan nasional seperti yang saya sebutkan contohnya tadi juklak ini tidak ada pembatasan bagi kader. Tetapi di Musda DPD II Partai Golkar Kota Kendari ada pembatasan,”ungkapnya.

Namun begitu ungkapnya, dirinya tidak mau beranggapan apa yang terjadi saat ini memiliki tujuan untuk mematikan salah satu kader. Tetapi logika yang dibangun teman-teman yang masuk dalam tim penjaringan ini terlalu kerdil.

“Menjadi kerdil jika kita berputar pada hal yang tidak substansial. Kalau saya berikan kebebasan bagi seluruh kader yang memiliki potensi dan memenuhi syarat. Sebab hingga saat ini saya masih beranggapan teman-teman memiliki niatan baik, tetapi niatan baik itu ditindak lanjuti dengan keterbukaan,”tukasnya.

Reporter : Rezky

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait