oleh

Mengusung Tema Minangkabau, Claro Wedding Festival 2022 Resmi Digelar

-Ekobis-24 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Mengangkat etnis Minangkabau, Claro Wedding Festival (CWF) resmi dilaksanakan. Acara ini berlangsung pada 14 – 24 April 2022 di Lobby area Claro Hotel Kendari.

GM Claro Hotel Kendari, Syahril Ramadhan mengatakan, kegiatan ini seharusnya dilaksanakan pada bulan Februari 2022 kemarin, tetapi karena adanya PPKM sehingga baru dapat dilaksanakan bulan April ini dan bertepatan Ramadan. Meski begitu, pihaknya melihat antusias masyarakat hadir di Ekspo cukup tinggi.

“Kami pun tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, yakni jaga jarak, penggunaan masker, bahkan kita juga menyediakan hand sanitizer,” jelasnya, Kamis (14/4/2022).

Sebelumnya, kata Syahril, kegiatan ini namanya Wedding Ekspo namun kemudian berganti menjadi Claro Wedding Festival setelah pihaknya bekerja sama dengan Art.PRO The Organizer dan dilaksanakan setiap tahun.

“Melalui kegiatan CWF, tidak lain untuk memanjakan para calon pengantin dengan promo spesial,” ungkapnya.

Promo yang ditawarkan tutur Syahril, mulai dari harga  Rp23  juta untuk 200 orang, dengan potongan harga dari Rp2 juta hingga Rp5 juta.

Dia menambahkan, tujuan CWF juga untuk meningkatkan etnis yang ada di Nusantara khususnya di Sulawesi Tenggara. Jika sebelumnya, CWF mengangkat etnis Tolaki, kali ini pihaknya beralih ke Minangkabau.

Hal senada diungkapkan Panitia CWF 2022, Fitra sekaligus mewakili Art. PRO The Organizer. Katanya, Indonesia memiliki beragam suku dan budaya, melalui CWF ini, pihaknya berupaya meningkatkan dan mendorong etnis – etnis tersebut agar bisa dikenal lebih luas.

“Kenapa Minangkabau? Jika mengikuti trend saat ini, etnis Minangkabau sedang menjadi trend setter dalam hal pakaian adat saat acara pernikahan terutama di kalangan artis seperti di pernikahan Atta – Aurel,” terang dia

Meski begitu, lanjut Fitra, tidak melupakan etnis yang ada di Sultra. Sebelumnya, CWF 2021 pihaknya menggunakan tema etnis Tolaki. Sekarang Minangkabau, dengan kata lain bergantian atau di Rolling. Tidak itu saja, pihaknya juga menampilkan pakaian adat modern dari lima etnis yang ada di Sultra di acara fashion show. Untuk diketahui baju tersebut didesain oleh desainer lokal Sultra.

“Memeriahkan CWF ini, pihaknya juga mengadakan lomba fashion show, dance cover, lomba mewarnai, baca puisi, kelas make up dan talkshow,” tutup Fitra.

Reporter : Nurul
Editor      : Rasman


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.