oleh

SDN 39 Kendari Bisa Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – SDN 39 Kendari melakukan penilaian akhir semester tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Ini dilakukan untuk menjaga keamanan siswa yang akan mengikuti proses belajar tatap muka disekolahnya.

Kepala SDN 39 Kendari Zainuddin menjelaskan hasil pantauan Satgas Covid-19 menyebutkan, jika SDN 39 bisa menjadi contoh penerapan protokol kesehatan di Kecamatan Puuwatu.

“Alhamdulillah, pantauan tadi dari tim kesehatan kemarin (Senin, 7 Juni) mengatakan bahwa, SD 39 khusus di Kecamatan Puuwatu ini bisa dijadikan pionir dalam hal pemberlakuan protokol kesehatan yang begitu ketat,” ucap Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kota Kendari ini.

Dia menjelaskan, untuk mencegah terjadinya kerumunan, sistem masuk sekolah diatur bergiliran. Dimana setiap tingkatan dari kelas 1-5 masuk sekolah hanya dua hari dari jam 07.00-09.00 dan jam 10.00-11.30.

“Untuk kelas rendah, kelas 1 dan 2 kita datangkan selama dua hari berturut-turut (Senin-Selasa), sesuai jadwal double shift, nanti hari Rabu dan Kamis masuk lagi kelas 3 dan 4, kelas 5 sendiri hari Jumat dan Sabtu,” jelas

Selain itu, pihak sekolah juga menggunakan dua pintu berbeda untuk masuk dan keluar sehingga siswa yang pulang shift pertama dan yang datang shift kedua tidak berdesakan.

Sedangkan bagi orang tua yang mengantar dan menjemput anaknya, tidak diperkenankan masuk ke lingkungan sekolah, kalau pun ada orang tua yang menunggui anaknya, pihak sekolah juga sudah menyiapkan ruang tunggu dengan kursi yang telah diatur berjarak namun ukuran ruang tunggu juga terbatas.

Selain menerapkan protokol kesehatan secara ketat, kepala sekolah juga meminta pada para guru untuk mengurangi jumlah soal, serta membuat soal yang sederhana agar para siswa tidak terlalu lama berada di sekolah.

Dia menambahkan, semua sistem yang diterapkan sekolah mendapat apresiasi dari pihak orang tua, apalagi sudah banyak orang tua yang menginginkan segera diberlakukan belajar tatap muka, agar anaknya bisa kembali belajar di sekolah, sebab para orang tua mulai kewalahan mengajar anaknya sendiri.

Penulis : Wahyu


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait