oleh

Usaha Kriya di Konsel Dipersentasekan ke Kementrian Pariwisata

KENDARIAKTUAL.COM, ANDOOLO – Dinas Pariwisata Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempresentasikan kelangsungan usaha kriya ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Konsel merupakan daerah satu-satunya di Sultra yang diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Vidcon kegiatan dialog jejaring kriya difasilitasi oleh Direktorat Infrastruktur Kemenparekraf, diikuti oleh peserta dari kabupaten Konawe Selatan, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kabupaten. Bantul, Batang, Cilegon serta Gunungsitoli, Rabu (19/7/2020) kemarin.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif konsel, Suartin mengungkapkan, kegiatan dialog jejaring kriya ini bertujuan untuk memetakan potensi kriya yang dimiliki setiap daerah dan kota dalam rangka membangun sinergitas antar pelaku kriya yang ada di Indonesia.

“Selain itu, hal ini sebagai upaya Kemenparekraf untuk menguatkan jejaring kriya antar pelaku ekonomi kreatif yang ada di Indonesia ditengah pandemik covid-19 saat ini,” kata Suartin saat ditemui di kantornya, Kamis (30/7/2020).

Suartin mengungkapkan, Dalam dialog tersebut, dirinya memaparkan progress hasil Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PMK3i) yang telah di laksanakan sejak tahun 2017.

“Kita sampaikan, kalau kita, sejak tahun 2017 telah dilakukan uji petik itu dan memposisikan subsektor kriya limbah kayu sebagai prioritas selain subsektor Film , Kuliner, Seni Pertunjukkan dan Start Up,” paparnya.

Bupati konsel Surunuddin Dangga saat dihubungi mengungkapkan, pemerintah daerah telah memberikan perhatian khusus pada pengembangan kerajinan limbah kayu, yang terletak di Desa Iwoi Mendoro dan Desa Pangan Jaya. Katanya, Hal itu dibuktikan dengan memberikan fasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas pelaku kriya, magang, bantuan permodalan serta promosi produk pada setiap acara yang dibuat.

Surunuddin berharap, para pengrajin kriya kedepan dapat terus maju. Belajar dan mengembangkan usaha seni kerajinan tangan yang menjadi ciri khas daerah konsel, untuk membangkitkan ekonomi lokal ditengah ancaman resesi ekonomi akibat pandemik covid-19.

Hal yang sama juga diungkapkan kepala dinas pariwisata setempat Adywarsah Toar, menurutnya, dengan adanya sinergitas aktor dalam hal ini akademisi, bisnis, community, goverment , media. Pengembangan ekonomi kreatif khususnya subsektor kriya di kabupaten Konawe Selatan akan terus terjaga dan berkelanjutan.

 

Reporter : Muhammad Anca

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *