oleh

Amiruddin Sebut Irwansyah Dukung Tony Karena Uang

KENDARIAKTUAL.COM, TIRAWUTA –  Tokoh masyarakat Desa Taousu Kecamatan Poli – Polia Amiruddin kecewa dengan mantan anggota DPRD Kabupaten Kolaka Timur Irwansyah lantaran memilih mendukung Tony Herbiansyah karena uang.

Amiruddin mengatakan, komitmen yang telah dibangun bersama Irwansyah, mantan anggota DPRD Koltim tidak konsisten lagi dengan apa yang telah diucapkan.  Irwansyah lebih memilih jalan bergabung bersama Tony-Baharuddin. Hanya karena uang mengubah segalanya.

“Waktu saya cari tau melalui telepon. Saya tanya ananda kemana pilihanmu. Dia (Irwansyah) bilang ayahanda saya ini kasian mencari uang. Daripada istri saya capek mengongkosi terus, saya cari uang sama pak bupati. Itu kata dia, saya masih simpan rekamannya,”kata Amiruddin.

Amiruddin sangat mengidolakan Irwansyah. Selain memiliki kecerdasan intelektual (master), dia juga tertarik dengan selogan anak paddare (anak petani) yang dibawa sebagai pendorong maju pilkada Koltim 2020. Bahkan Amiruddin rela memilih walkout dan akan bersama anak paddare, jika masuk calon bupati dan wakil bupati.

“Saya meminta kepada Irwansyah agar tidak lagi membawa logo (selogan) anak paddare karena sudah menyangkut bisnis dan dagang,”pintanya.

Tidak hanya Irwansyah, mantan kepala desa Wia-wia ini juga sangat kecewa kepada Sabaruddin Labamba (SBL), mantan Wakil Ketua DPR Sultra.

“Kami sudah komitmen diawal. Pak Sabaruddin, Irwansyah,bapaknya, saya, istri dan anak-anak saya di rumah pak Sabaruddin. Siapapun yang dapat pintu diantara SBM atau SBL itu yang kita dukung. Namun sekarang dia ingkar janji,”katanya.

Olehnya itu, Amiruddin mengajak masyarakat Koltim untuk tidak mempercayai lagi Sabaruddin dan Irwansyah.

“Maka saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Koltim bahwa SBL dan ananda Irwansyah itu, mereka masuk (pencalonan) tujuannya untuk mengadakan suatu perubahan. Namun setelah tidak dapat pintu bukan lagi bicara perubahan. Tapi merubah-rubah apa yang sudah dia katakan.Dulu Irwansyah katakan bupati harus disekolahkan, sekarang Irwansyah dong yang harus disekolahkan,” katanya.

“Kalau dia orasi baik itu Sabaruddin Labamba, baik itu Irwansyah masyarakat Koltim jangan percaya. Karena kenapa, dia kan sudah mengatakan bahwa kita hancurkan petahana karena sudah tidak layak dipilih lagi. Selama tujuh tahun tidak ada pembangunan. Itu bukan kata hati Amir tapi kata Sabaruddin Labamba dan Irwansyah,”tambahnya.

Gambaran kekecewaan Amiruddin juga tertuju kepada Ismail Iskandar. Sebagai seorang yang dikenalinya, Amiruddin mengaku sempat menangis saat SBL, Irwansyah maupun Ismail tidak berhasil mendapatkan pintu partai sebagai syarat pendaftaran calon bupati maupun wakil bupati.

Untuk meluapkan kecewaannya, Amiruddin mengunggah siaran langsung di fcaebook melalui dengan akun pribadinya, Amiruddin Manda.

Reporter : Haswin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait