oleh

Antisipasi Sebelum Kita Dilanda Bencana Alam

-Tips-17 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM,KENDARI – Indonesia kembali diguncang gempa. Kali ini, daratan Mamuju di Sulawesi Barat diguncang gempa berkekuatan 6,2 skala richter pada Jumat (15/1/2021). Guncangan yang berkekuatan 6,2 ini termasuk guncangan yang begitu cukup besar dan dapat menyebabkan kerusakan total dan apa yang kita harus lakukan jika terjadi gempa di daerah kita

berikut langkah antisipasi sebelum, sesaat, dan setelah gempa.

Antisipasi Sebelum Gempa Bumi kita harus
Ingat kunci utama mengenali apa yang disebut gempa bumi. Pastikan bahwa struktur dan letak rumah kita dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa bumi seperti longsor, liquefaction dan lain-lain.

1. Kenali lingkungan tempat bekerja perhatikan letak pintu, lift serta tangga darurat, apabila terjadi gempa bumi, sudah mengetahui tempat paling aman untuk berlindung. Belajar melakukan P3K, belajar menggunakan alat pemadam kebakaran, dan catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.

2. Persiapkan rutin di rumah dan tempat kerja perabotan seperti lemari, kabinet, dan lain-lain, diatur menempel pada dinding dipaku, diikat, dan lain-lain untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi. Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran. Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

3. Ingat, penyebab kecelakaan paling banyak Adalah kejatuhan material, sehingga penting untuk mengatur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa bumi terjadi, misalnya lampu gantung, pajangan dan sebagainya.

4. Alat yang harus tersedia Pastikan ketersediaan kotak P3K, senter atau lampu baterai, radio, dan makanan suplemen hingga stok air.

Hal-hal yang Dilakukan Saat Gempa Bumi
Jika berada dalam bangunan

1. Lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja dan lain-lain. Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan goncangan. Lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

2. Jika berada di luar bangunan
Menghindari dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon, dan lain-lain. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

3. Jika sedang berkendara
Keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran. Selanjutnya lakukan tindakan saat berada di luar ruangan.

4. Jika berada di pesisir pantai
Jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

5. Jika berada di area pegunungan
Hindari daerah tanah yang labil dan yang mungkin terjadi longsoran.

Hal-hal yang Dilakukan Usai Gempa Bumi Melanda

1. Jika berada di dalam bangunan.

Keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K. Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

2. Periksa lingkungan sekitar,Periksa apabila terjadi kebakaran, periksa apabila terjadi kebocoran gas, periksa apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Jangan lupa periksa aliran dan pipa air, periksa juga apabila ada hal-hal yang membahayakan seperti harus mematikan listrik, tidak menyalakan api dan lain-lain.

3. Jangan masuki rumah yang terdampak gempa bumi. Hal ini karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

4. Jangan berjalan di daerah sekitar gempa. Wajib dilakukan, karena dikhawatirkan adanya bahaya gempa susulan yang kemungkinan terjadi.

5. Selalu mendengarkan informasi.Ini penting apabila internet tidak tersambung, bisa mendengarnya melalui radio, khususnya apabila kemungkinan terjadinya gempa susulan. Tapi berhati-hati, jangan mudah terpancing berita atau isu yang sumbernya tidak jelas.
Ingat mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.
Jangan panik, dan jangan lupa selalu berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa demi keamanan dan keselamatan.

Sumber : Wikipedia

Reporter : Krismawan
Editor     : M Rasman Saputra


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkait