oleh

BI Sultra bersama Pemkab Konsel dan LPEI Kembangkan Desa Devisa

-Ekobis-595 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Sebagai negara keempat dalam produsen kopi dunia. Indonesia memiliki pangsa pasar hingga 9 persen dari pasokan kopi dunia dengan trend produksi yang tumbuh lima tahun terakhir berdasarkan data Kementerian perdagangan 2021 dan terpusat di Pulau Jawa dan Sumatera.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Doni Septadijaya, menyebut Sultra sangat potensial untuk menjadi salah satu daerah penghasil kopi di Kawasan Timur Indonesia, terkhusus kopi jenis robusta, melihat Sultra memiliki tipografi yang sebagian besar adalah daratan.

“BPS mencatat areal perkebunan kopi di Sultra seluas 8.521 Ha dengan status kepemilikan Pelabuhan Rakyat terbilang memiliki tingkat produktivitas yang rendah, yakni 460 ton/ha,” tutur Doni.

Dia menambahkan, dengan produktivitas yang rendah dapat menghambat kontinuitas produksi dan akhirnya turut menjadi penghambat ke pasar ekspor.

Kabupaten Konsel merupakan salah satu daerah dengan potensi pegembangan komoditas kopi yang tinggi. Hal tersebut sejalan dengan visi Pemkab Konsel yakni ‘Satu Desa, Satu Komoditas untuk Mewujudkan Desa Maju’. Hal tersebut juga untuk menciptakan iklim pengembangan usaha yang kondusif, seperti di Desa Amatowo dan Tridana Mulya, Kecamatan Landono.

Dimana masyarakat yang ada di desa itu melakukan budidaya kopi sejak tahun 2015 didukung berbagai potensi yakni adanya lahan siap tanam hingga 212 ha hingga sumber daya manusia (SDM) seperti adanya petani penangkar bibit.

Melihat itu, KPwBI Sultra bersama Pemkab Konsel dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) bersinergi mengembangkan klaster kopi di Desa Amatowo dan Tridana Mulya, selanjutnya diberi nama Desa Devisa.

Sebagai tindak lanjut program tersebut, baik KPwBI, Pemkab Konsel dan LPEI melakukan penandatangan Memorandum of Uderstanding (MoU) pada 4 Agustus 2022 di salah satu hotel di Kendari. Dimana acar itu dihadiri Kepala KPwBI, Doni Septadijaya, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga, dan Kepala Divisi Office of The Board LPEI, Dyza R. A Rochadi.

Doni menyampaikan, melalui MoU tersebut maka selama tiga tahun kedepan BI maupun Pemkab Konsel dan LPEI saling bersinergi mendorong terwujudnya Desa Devisa Klaster Kopi sehingga bisa menjangkau pasar expor melalui penguatan berbagai aspek baik produksi, pemberdayaan masyarakat hingga koordinasi antar lembaga.

“Ini tidak lain demi mengenalkan Konsel kepada dunia, dengan semangat menjadikan Kopi Tolaki mampu Go Digital, Go Export,” tandasnya.

Reporter : Nurul
Editor      : Rasman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkait