Kabid PJPA Dinas SDA dan Bina Marga Sultra Inisiasi Aplikasi Digipeta Sijari

Kendari1030 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berinovasi. Terbaru melalui Kepala Bidang (Kabid) Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) menginisiasi aplikasi Digitalisasi Pemetaan Sistem Jaringan Irigasi (Digipeta Sijari).

Kabid PJPA Dinas SDA dan Bina Marga Provinsi Sultra, Syukriyanto mengatakan, lahirnya aplikasi Digipeta Sijari agar mempermudah pekerjaan saat berada di lapangan agar tidak melalui manual lagi.

“Artinya kita mau kelokasi, contoh ke irigasi kita tidak buka buku lagi baik panjang maupun berapa luasannya. Dengan adanya aplikasi ini data akan terintegrasi, tersentralisasi dan realtime, ” katanya saat diwawancarai, Kamis (11/7).

Dikatakan, irigasi sama halnya dengan jalan. Sebab, irigasi punya panjang, luasan dan sistem jaringan serta punya kewenangan baik di kabupaten, provinsi dan kewenangan pusat.

“Nah selama ini, kita ambil saja skob terkecil saja yakni jalan ada juga yang dipelihara dan irigasi juga ada yang dipelihara jaringan irigasinya,” jelasnya.

Syukriyanto bilang, bagaimana irigasi ditau dilakukan pekerjaan maka pihaknya menciptakan sistem. Dimana dalam handphone bisa di pantau melalui aplikasi Digipeta Sijari.

“Misalnya targetnya di bulan ini 5 kilometer (Km) ternyata dia tidak tembus ini 5 Km. Jadi kita bisa tau, langsung realtime. Jadi ini khusus diirigasi, makanya akuntabilitasnya yang paling dominan disini,” jelasnya.

Diungkapkan, disamping bisa melihat kondisi irigasi pihaknya juga bisa mengidentifikasi jaringan irigasi.

“Jadi kita bisa tau tahun ini dia alokasikan anggaran sekian untuk ini dan sisanya sekian masih saluran tanah. Sisanya mungkin rehab itu bisa,” ungkapnya.

Syukriyanto menambahkan, aplikasi Digipeta Sijari bisa langsung dipakai di jalan contohnya jalan Maligano-Ronta.

“Berapa sih panjang jalannya, kondisi jalannya seperti apa dan dekernya dimana. Jadi posisi realtime kita langsung tau yang dikendalikan dalam satu smartphone. Jadi ini untuk mempermudah pengawasan, jadi kita bisa lihat saluran irigasinya di hutan-hutan karena bukan kayak di jalan,” tutupnya.

 

Penulis : Rasman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *