oleh

RAPI Soroti Timbunan Motewe yang Dibangun Belum Ada Amdal

KENDARIAKTUAL.COM, RAHA – Debat publik Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Muna tahun 2020 resmi diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat yang dilaksanakan di Aula Galampano Kantolalo, Kamis (5/11/2020).

Dalam debat publiknya, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muna La Ode M Rajiun Tumada dan H La Pili (RAPI) menyoroti beberapa pembangunan yang dilakukan Rusman Emba, seperti pembangunan kota baru di Motewe. Seperti diketahui, penimbunan di Motewe ini saat ini sudah menelan anggaran puluhan miliar lebih, namun sampai saat ini ijin Analis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) belum ada.

“Saya sangat geli mendengar pemaparan dari Cakada Rusman Emba yang mengatakan pembangunan Water From City, jalan Warangga dan Timbunan Motewe adalah aksesoris dari Muna. Apa lagi, kita ketahui bahwa seperti timbunan kota baru di Motewe itu belum ada Amdalnya,” kata Rajiun.

Kata dia, yang namanya penataan kota baru di Motewe ini harus memenuhi persyaratan dari sisi pedoman yang disebut rencana tata ruang wilayah. Menurutnya, RTRW ini menjadi pondasi dasar dan instrumen dalam rangka rencana pembangunan jangka menegah daerah (RPJMD).

“Inikan sangat luar biasa, anggarannya puluhan miliar tetapi pekerjaannya mangkrak dan belum mempunyai Amdal. Sementara, jalan di Warangga itu setelah saya baca, nomenklaturnya sudah salah. Sebab, jalan nasional dan jalan kabupaten itu tidak bisa tumpah tindih,” ungkapnya.

Mantan Kasatpol PP Sultra ini menjelaskan sesuai nomenklatur yang ada di ABPD bahwa jalan itu mulai dari Motewe, masuk pertigaan Bangunsari tembus tempat pembuangan sampah dan tembus di Lakouduma. Menurutnya, pemerintah sekarang ini tidak paham dengan nomenklatur mereka sendiri.

Bukan hanya itu, Rusman Emba juga tidak memahami panjang jalan yang ada di wilayah Muna Timur dan daratan. “Jadi berdasarkan data yang saya peroleh, selama empat tahun memimpin Muna, Rusman Emba tidak sampai 30 km. Masa empat tahun memimpin Muna cuman begitu saja pembangunan infrastruktur jalannya,” tanyanya.

“Untuk itu, saya anggap visi misi Rusman Emba gagal total dan tidak pro rakyat,” tegasnya.

Reporter : Adi R

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait