oleh

Tokoh Masyarakat Wangsel di Wakatobi Komitmen Menangkan HATI

KENDARIAKTUAL.COM, WANGI-WANGI – Sejumlah warga di Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel), Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), komitmen memenangkan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Wakatobi nomor urut 2, Haliana-Ilmiati Daud (HATI) pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember tahun 2020.

Salah seorang warga dalam pertemuan itu, Ali Ashara mengatakan, hikmah dari pertemuan kecil ini akan membawa dampak yang sangat besar, untuk mengajak seluruh keluarga dan bersama-sama menyukseskan dan memenangkan HATI yang bernomor urut 2.

“Tentu dengan komitmen untuk mengantar HATI menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Wakatobi. Pesan saya kepada HATI, jangan tinggalkan kami masyarakat kecil ini. Artinya pertemuan seperti ini membawa hikmah dan dampak yang positif. Barangkali suatu waktu jika kami tidak sempat bertemu di kantor yang agung (kantor Bupati-red) itu,”ujarnya saat pertemuan di kelurahan Mandati II, Jumat, (25/9/2020) malam.

Siapa tahu dengan pertemuan-pertemuan kecil ini, kata dia, masyarakat bisa mengemukakan ide atau usulan yang bermanfaat. Supaya tidak putus tali silaturahim.

“Tolong persatuan dan silaturahim ini di pupuk. Karena kami orang kecil, mungkin tidak sempat kesana. Kita bisa bertemu di pos ronda, dan secara bersama ataupun secara pribadi. Siapa tahu ada ide untuk yang bisa kami sampaikan, yang berkaitan dengan masyarakat,”ungkapnya.

Kalau nanti jadi Bupati lanjutnya, pihaknya berharap Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati tetap membangun komunikasi dengan masyarakat. Sehingga masyarakat tidak segan menyampaikan sesuatu hal yang menyangkut kebutuhan masyarakat.

Menanggapi hal itu, Haliana mengatakan, dalam lima tahun terakhir ini, banyak hal menjadi pelajaran bagi dirinya sebagai calon, mudah-mudahan pesan-pesan itu, kedepan bisa dilaksanakan.

Kata dia, dirinya dan Ilmiati Daud sangat memahami hal seperti itu. Utamanya Bupati atau kepala daerah dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, itu turun langsung untuk menyerap aspirasi ditengah masyarakat.

Jika hanya bekerja diatas meja saja, tentu keluhan masyarakat tidak akan sampai ke pimpinan. Apalagi rata-rata yang namanya birokrasi selalu memberikan informasi-informasi yang Asal Bapak Senang (ABS).

“Saya juga menyampaikan kepada istri saya jika suatu saat bersama ibu-ibu berkunjung kesuatu wilayah, agar senantiasa memaanggil ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di desa dan masyarakatnya. Kemudian tanyakan apa yang menjadi keluhan mereka, dan apa yang harus di kembangkan serta ditindak lanjuti,”terangnya.

Reporter : La Ode Suhardin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait