oleh

Aris Mego : Irwansyah Tidak Paham Subtansi Laporan Kami

KENDARI AKTUAL. COM, TIRAWUTA – Statement yang dilontarkan Irwansyah, selaku kuasa hukum Tony Herbiansyah bahwa laporan empat partai politik (parpol) salah alamat mendapat respon balik dari kubu pasangan calon (paslon) Samsul Bahri Madjid-Andi Merya Nur (SBM).

Ketua DPC PDI Perjuangan, Aris Mego menyatakan, Irwansyah sama sekali tidak memahami substansi yang dilaporkan ke Bawaslu Koltim.

“Sebelum melapor kami sudah melakukan pengkajian lebih dalam yang disertai dengan bukti-bukti. Bukan hanya sekedar asal melapor. Mengenai Tony hingga kini masih bupati aktif tidak menjadi masalah. Mau deklarasi atau mau apa, kami tidak permasalahkan. Yang jadi masalah, ada kata ajakan dalam peresmian tersebut yang nyata-nyata dilarang oleh PKPU nomor 9,” kata Aris Mego.

Dijelaskan, Irwansyah harus memahami bahwa seorang bupati dilarang menggunakan jabatannya untuk mengkampanyekan dirinya ditempat yang tidak tepat (bukan tempatnya). Bukan ditempat kegiatan yang dibiayai oleh dana negara baik melalui APBN maupun APBD.

“Yang terjadi dikegiatan peresmian obyek wisata di desa Teposua kan ada orasi politik. Ada kata mengajak. Dan bukti ada pada kami. Kami tidak melihat orang dari luar yang menyampaikan sambutan atau menyuarakan kata ajakan itu. Yang jelasnya dalam kegiatan itu ada ajakan untuk melanjutkan. Sementara kata melanjutkan itu adalah tagline dari petahana,”ungkapnya.

Aris berharap agar Bawaslu memproses laporan mereka sesuai dengan koridor yang berlaku,karena ada pelanggaran pemilihan kepala daerah (pilkada) dalam kegiatan peresmian obyek wisata di desa Teposua.

Terkait pernyataan Sekretaris DPD NasDem, Eritman bahwa ada ketakutan kubu SBM disalah satu media online, Aris Mego menegaskan bahwa kubu mereka sama sekali tidak sedikitpun merasa gentar melawan petahana di pilkada Koltim 2020. Apalagi, partai yang mengusung pasangan calon SBM bukanlah partai kecil.

“Dulu saja kami dibilangi tidak bisa dapat pintu, kami tidak gentar. Dulu kami saja dibilangi mau lawan kotak kosong, kami tidak pernah gentar. Apalagi head to head. Jadi mohon maaf, sedikit pun kami tidak mempunyai rasa takut melawan petahana,”tegasnya.

Mantan Ketua tim pemenangan pasangan Tony-Andi Merya Nur pada pilkada tahun 2015 ini menghimbau agar petahana
Kami hanya menghimbau kepada petahana mampu menempatkan jabatannya. Bukan menggunakan moment kegiatan yang dibiayai oleh negara untuk mengkampanyekan dirinya.

“Kami inginkan mereka mematuhi aturan pemilihan. Saya kira disana mereka paham dan taat terhadap aturan. Saya kira mereka disana orang-orang hukum,” herannya.

Sementara itu, salah seorang simpatisan SBM, Juslan Kadir juga menganggap Irwansyah telah gagal paham karena tidak memahami pokok permasalahan secara utuh.

“Irwansyah semestinya bisa mengkaji lebih dalam mengenai kegiatan peresmian di Desa Teposua. Mengapa Kery diberi waktu untuk menyampaikan kata sambutan diacara itu. Sementara itu adalah kegiatan pemerintah Koltim. Lebih parahnya lagi, dia (Kery) malah mengajak masyarakat yang hadir untuk melanjutkan,”jelas Juslan.

“Jadi alurnya,kenapa kami laporkan bupati karena dia merupakan pemegang otoritas penuh wilayah Koltim. Yang kebablasan dalan menjalankan tata kelola pemerintahan,”Juslan menambahkan.

Juslan juga menanggapi bahasa ketakutan kubu SBM yang diungkapkan oleh Eritman. Menurutnya, ungkapan tersebut tidak mencerminkan jika dirinya sebagai seorang intelektual dan politisi.

“Kita tidak pernah sama sekali takut melawan petahana. Disini kami ingin menunjukkan etika berkompetisi yang sehat (fear).Bukan dengan menghalalkan segala cara guna meraih simpatik masyarakat. Apalagi memanfaatkan program kegiatan yang menggunakan dana APBN maupun APBD dengan menghadirkan orang yang tidak mempunyai kapasitas mencampuri rumah tangga Koltim. Jika Pemda Koltim yang mengisi kegiatan tersebut sah-sah saja,” ucap Juslan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *