oleh

Dinkes Target Dua Bulan Vaksin Anak Tuntas

-Kendari-1 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari terus mengenjot pelaksanaan vaksinasi di tahap dua dan vaksinasi lanjutan (booster). Hal itu dilakukan untuk mencegah virus covid 19 omicron yang tengah mewabah di sejumlah daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, drg. Rahminingrum mengatakan bahwa pihaknya akan terus mempercepat vaksinasi, guna mencapai herd immunity.

Sejauh ini, cakupan vaksinasi dosis satu telah mencapai 91,74 persen. Sementara penyuntikan dosis II sudah berada di angka 59,60 persen dan booster 17,22 persen.

Hingga kemarin, cakupan vaksinasi anak usia 6-11 tahun sudah mencapai 1.205 orang (3,23 persen) dosis pertama dan dosis kedua mencapai 22 atau 0,05 persen dari 37.352 sasaran. Meskipun telah melakukan vaksinasi, ia meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

“Jadi, tetap pakai masker, masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan. Kalau yang belum divaksin, kami minta segera datangi gerai vaksinasi demi keselamatan kita bersama,” kata Kadis Dinkes.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Kendari, Muslimin, mengungkapkan untuk mencapai target yang ditetapkan Dinkes bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sehingga sekolah dasar yang berada di Kota Kendari dapat disasar lebih efisien, dirinya pun menyebut bahwa dalam satu atau dua bulan vaksinasi itu diharapkan tuntas.

“Sesuai instruksi dari pak wali kota harapkan tuntas dalam 1 atau 2 bulan tinggal dukungan dari orang tua siswa,” ucap Muslimin, saat ditemui di lokasi vaksin SDN 48 Kendari, Rabu (26/1/2022).

Di sisi lain, Kepala Sekolah SD Negeri 48 Kendari, Astina, menjelaskan bahwa di tempatnya terdapat orangtua siswa dengan kesadaran sendiri meminta agar anaknya di vaksin.

“Ada niat sendiri dari para siswa untuk mengikuti vaksinasi” ungkapnya.

Astina juga menceritakan bahwa siswa SD Negeri 48 terlihat antusias untuk divaksin, padahal saat itu orangtuanya masih menimbang-nimbang.

“Malah katanya menurut ceritanya, setelah dia nonton televisi di jawa, ih anak-anak sudah vaksin, saya mau vaksin juga ibu,” ujar astina saat menceritakan salah satu siswanya itu.

 

Penulis : Wahyu


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkait