oleh

Kantor Bahasa Sultra Sosialisasi BIPA di PT VDNI dan OSS

-Konawe-487 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI –Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST) melaksanakan sosialisasi salah satu program prioritas, yaitu Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kepada dua perusahaan besar yang bergerak di bidang tambang nikel, yaitu PT VDNI dan PT OSS.

Dua perusahaan besar yang berada di wilayah Morosi, Konawe ini berlokasi dalam satu kawasan wilayah industri dengan nama Virtue Dragon Nickel Industry Park (VDNIP).

Kedatangan rombongan KBST disambut baik oleh Pak Agus Wahyudi selaku Penanggung Jawab Teknik dan Lingkungan (PTL) PT VDNI, Pak Mus selaku Penanggung Jawab Tenaga Kerja Asing (TKA), dan Pak Roni Syukur selaku Penanggung Jawab Teknik dan Lingkungan (PTL) PT OSS.

Kepala Kantor Bahasa  Sultra Uniawati mengatakan,  program BIPA disosialisasikan agar para karyawan asing yang bekerja di dua perusahaan ini dapat diberi pengetahuan dan pemahaman tentang berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Sebagai UPT dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kantor Bahasa Sultra memiliki tugas utama dalam pengutamaan bahasa Indonesia di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Dengan adanya rencana program BIPA di kawasan industri perusahaan tambang nikel yang memiliki banyak karyawan asing, pengutamaan bahasa Indonesia tentunya menjadi wajib dilaksanakan. Kami menawarkan program pengajaran BIPA dengan model kerja sama. Kantor bahasa akan menyediakan pembelajar, sedangkan perusahaan menyiapkan pemelajarnya, yaitu karyawan asing yang menjadi pegawai di lingkungan PT VDNIP,” ujarnya.

Dalam hal pembelajaran, di kawasan industri PT VDNIP sudah memiliki training center bagi para pegawainya dalam mengembangkan berbagai keahlian, termasuk keahlian berbahasa Indonesia bagi karyawan asing. Hal itu diungkapkan langsung oleh Pak Mus bahwa semua karyawan asing mendapatkan kelas berbahasa dan peningkatan kompetensi.

“Kami telah menyediakan training center yang telah dilengkapi dengan berbagai alat peraga pendukung dan bahkan perpustakaan pun kami sediakan. Meskipun belum lengkap dan belum dimanfaatkan dengan maksimal, fasilitas tersebut akan lebih bermanfaat lagi jika ada kolaborasi dengan kantor bahasa, khususnya dalam hal pembelajaran bahasa Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, dua perusahaan ini menyambut dengan sangat baik berbagai masukan dan rencana kerja sama yang KBST tawarkan. Kenyataan ini sangat berbeda dengan isu-isu yang beredar di masyarakat bahwa perusahaan ini sangat tertutup dan susah untuk dijangkau.

Dua perusahaan ini menyatakan bahwa akan selalu mendukung dan menyambut baik program yang akan dilaksanakan pemerintah, terlebih dalam hal pengutamaan bahasa Indonesia bagi penutur asing.

Selain program BIPA, Kepala KBST juga menjelaskan bahwa ada program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi karyawan asing yang ada di lingkungan PT VDNIP. Program UKBI ini bisa dijadikan tolok ukur kemampuan berbahasa Indonesia bagi karyawan yang ada di kawasan industri PT VDNIP.

Kepala KBST menyampaikan pula bahwa dalam kawasan industri ini, bahasa Indonesia harus diutamakan penggunaannya dan dapat disertai dengan bahasa daerah atau bahasa asing sesuai dengan keperluan. Dalam hal ini, beliau menjelaskan lebih tegas bahwa tidak ada pelarangan jika memang tetap mau menggunakan bahasa asing, asalkan bahasa Indonesia tetap diutamakan dengan cara penulisannya harus paling atas dan ukurannya lebih besar daripada bahasa lain.

Hal ini disampaikan karena dalam kawasan industri PT VDNIP banyak ditemukan bahasa asing yang terpampang di ruang publiknya.

Dalam kunjungan kali ini diambil pula beberapa data wajah bahasa yang ada di lingkungan kawasan PT VDNIP. Data tersebut akan dijadikan bahan kajian dan selanjutnya akan diberikan saran dan masukan untuk perbaikan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik di kawasan industri PT VDNIP.

Program kali ini diharapkan menjadi langkah awal Kantor Bahasa Sulyta dalam melakukan pendampingan dan pembinaan kepada pihak PT VDNIP, khususnya bagi karyawan asing yang ada di perusahaan tersebut.

 

Penulis : Rasman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.