oleh

Masyarakat Konut Tuntut Pembangunan Smelter PT Tiran Dihentikan

-Kendari-130 views

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pemuda Pemerhati Daerah Konawe Utara Dan Sulawesi Tenggara (KMP2D Konut-Sultra) melakukan aksi damai di kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan menutut PT Tiran tidak melaksanakan pembangunan smelter diwilayah Waturambaha Lasolo Kepulauan Konawe Utara.

Jeje sekaligus Koordinator lapangan mengatakan,PT Tiran ini adalah salah satu rencana pemerintah yang bertujuan untuk pembangunan smelter melalui rencana Proyek Strategis Nasional (PSN).Dan PT Tiran melakukan rencana pembangunan Smelter di wilayah Waturambaha Lasolo Kepulauan Konawe Utara, Sultra. Namun kegiatan rencana pembangunan smelter sampai hari ini tidak ada dampak pembanguna smelter pada umumnya.

“Melalui temuan kami dilokasi ada kegiatan pertambangan dan pemuatan ore nikel inilah dasar kami untuk mempertayakan apakah PT Tiran Mineral niat mau bangun Smelter atau akan melakukan pertambangan Di IUP Eks. PT Celebes Pasific yang sudah di cabut pemerintah,”ungkapnya Jeje Dalam Orasinya, Jumat (18/6/2021).

Ia juga menambahkan untuk menyelamatkan cadangan wilayah berpotensi nikel di IUP Eks Celebes mereka mendesak Gubernur Sultra untuk menghentikan aktifitas pertambangan PT Tiran Mineral di wilayah Eks. PT Celebes karena merupakan wilayah cadangan dan potensi nikel.

“Kami juga Meminta DPRD Sultra,membentuk panitia khusus terkait PT Tiran Mineral dan memeriksa ijin pembangunan smelter Oleh PT Tiran mineral dan ijin penjualan ore nikel yang sementara berlangsung di lokasi IUP Eks. PT Celebes Pasific yang telah di cabut,”jelasnya

Sementara itu pihak kantor DPRD Sultra tidak menangapi hal tersebut dan puluhan unjuk rasa yang tergabung KMP2D Konut-Sultra bergegas menuju Kantor Gubernur Sultra dan Polda untuk menyuarakan kejadian tersebut.

Reporter : Krismawan
Editor     : M Rasman Saputra


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait