oleh

BI Sultra Edukasi Transaksi Non Tunai ke Kasek dan Pengawas di Kendari

-Ekobis-533 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Sosialisasi transaksi non tunai terus dilakukan Bank Indonesia, diantaranya dengan mengedukasi masyarakat termasuk di dunia pendidikan terkait cinta, bangga dan paham (CBP) rupiah. Seperti yang dilakukan pada Sabtu (30/7/2022). Sebanyak 126 Kepala Sekolah Dasar (SD) dan 42 Kepala Sekolah  (Kasek) Menengah Pertama (SMP) termasuk delapan pengawas se-Kota Kendari, mengikuti kegiatan tersebut.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Aryo Wibowo T. Prasetyo, mengatakan, tidak hanya edukasi terkait CBP rupiah, tetapi juga ingin mengenalkan transaksi non tunai dengan metode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Edukasi ini sebagai salah satu cara membangun dan memperluas ekosistem keuangan digital (EKD) agar dapat dipahami masyarakat luas di Sultra,” ungkapnya.

Menurutnya, sambung Aryo, cara paling efektif perluasan EKD ini dengan menggandeng komunitas, seperti pelaku usaha, wartawan termasuk para guru dan kepala sekolah. Kegiatan CBP rupiah ini dilaksanakan oleh BI Sultra

“Merekalah yang memberikan edukasi CBP rupiah kepada para murid atau anak didik masing-masing,” ujar dia.

Melalui CBP rupiah, lanjutnya, maka masyarakat ikut menurunkan angka uang tak layak edar, seperti uang lusuh, cacat, rusak dan uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran di tengah masyarakat. Ditambah penggunaan transaksi non tunai, yang akan menimbulkan penggunaan uang tunai berkurang dan uang tak layak edar juga berkurang.

“Ini yang kami inginkan. Pasalnya hingga saat ini, hampir tiap minggu rata-rata Rp7 miliar uang tak layak edar yang dimusnahkan,” jelas dia.

Pihaknya berharap, kegiatan yang mengandung kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Kendari ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait dengan CBP rupiah dan penggunaan QRIS.

“Disekolah baik negeri maupun swasta masih banyak yang bayar iuran secara tunai, kita ingin kedepan baik kantin, koperasi dan lainnya bisa non tunai,” tutur Aryo.

Ditempat yang sama, Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kendari, Sudirham menyambut baik kegiatan yang dimotori BI Sultra. Dengan ini, tentu dia mengajak kepala sekolah tingkat SD dan SMP untuk menumbuh kembangkan rasa cinta dan kebangaan terhadap rupiah di kalangan sekolah.

Berharap, sambung dia, nanti kepala sekolah dan pengawas sekolah dapat meneruskan pemahaman soal cinta bangga dan paham rupiah kepada anak-anak didik. Upaya menumbuh kembangkan rasa cinta dan kebangaan terhadap rupiah di kalangan anak didik dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan.

“Bisa lewat sosialisasi ditiap sekolah, misal pada saat apel pagi, ataupun membuat kegiatan atau lomba-lomba,” tutup Sudirham.

Reporter : Nurul
Editor :      Rasman


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkait