oleh

Mahasiswa UHO dan Gerakan Milenial Lawan Covid-19

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang kini terus mengalami peningkatan di Sulawesi Tenggara (Sultra), mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat terkait virus yang tengah mewabah ini.

Dengan melakukan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Terintegrasi KKN Tematik dengan mengajak masyarakat dalam meningkatkan kesadaran hukum sebagai upaya penanganan dan pencegahan Covid-19, melalui Gerakan Milenial Lawan Covid-19.

Ketua Tim Pengabdian KKN Tematik, Herman mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya kesadaran hukum masyarakat, dalam rangka penanganan dan pencegahan covid-19.

“Kasus covid-19 di Sulawesi Tenggara terus bertambah sehingga diperlukan upaya untuk membantu pemerintah daerah dalam penanganan dan pencegahan penyebaran covid-19 melalui kegiatan pengabdian masyarakat terintegrasi KKN Tematik untuk mengurangi dan menekan penyebaran covid-19,” kata dia, saat dihubungi, Kamis (13/8/2020).

Ia menjelaskan, beberapa permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam penanganan dan pencegahan covid-19, yakni kurangnya kesadaran hukum masyarakat karena tidak menghiraukan imbuan dari pemerintah pusat maupun daerah. Untuk mengatasi masalh tersebut, maka kegiatan ini dianggap lentjng untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat.

“KKN Tematik ini terselenggara sebagai kegiatan pengabdian dosen dengan pelibatan 23 orang mahasiswa yang dilaksanakan dari tanggal 12 Juni 2020 sampai dengan 12 Juli 2020,” ujarnya.

Adapun lokasi KKN tematik dilaksanakan dilokasi masing-masing peserta KKN antara lain di Kota Kendari (Kelurahan Tipulu dan Kelurahan Bungkutoko), Kabuapten Muna (Kelurahan Laende), Kabuapten Wakatobi (Desa Mola Selatan), Kabupaten Kolaka Utara (Patowonua), Kabupaten Konawe (Kelurahan Bose-Bose), Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Kelurahan Tonasa) dan Kabuapten Bombana.

“Kegiatan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dimana tidak ada perkumpulan. Sosialisasi dilakukan dengan menggunakan media poster dan video,” tutupnya.

 

*Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait