oleh

SBM Dalam Ingatan serta Sejumlah Prestasi

KENDARIAKTUAL.COM, TIRAWUTA – Samsul Bahri Madjid (SBM) begitu melekat namanya di Kecamatan Tirawuta, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim),Sulawesi Tenggara. Oleh masyarakat setempat, ia dikenal cukup kharismatik, berwibawa, santun dan juga sangat ramah terhadap sesama.

Hubungan emosional yang terbangun antara masyarakat Tirawuta dengan SBM memang begitu sangat kuat. Selain pernah menjabat sebagai camat Tirawuta, orang tua kandung SBM yang bernama almarhum Abdul Madjid juga pernah menjadi Kapolsek Rate-rate.

SBM menjadi camat Tirawuta terhitung sejak Januari 2003 hingga Juni 2006. Ketika itu, kecamatan Tirawuta wilayahnya masih meIiputi Lalolae dan Loea (sekarang menjadi kecamatan tersendiri). Ia membawahi 21 desa.

Dimasanya, SBM telah banyak mengukir prestasi. Diantaranya, melahirkan satu gagasan cemerlang yang dikenal dengan program kecamatan Tirawuta BERBUNGA. Akronim dari kata BERBUNGA yaitu Bersih, Elok, Ramah, Berbudaya, Nyaman dan Agamis.

Dibidang keagamaan, ia menjadi pelopor terbentuknya Majelis Ta’lim di setiap desa. Ia juga menghidupkan gerakan Dzikir Asmaul Husnah yang kemudian menjadi icon Gerbang Mastra dizaman kepemimpinan Bupati Kolaka Bapak H. Buhari Matta.

Selain menjadi da’i muda dan penceramah, bagi SBM, mengelolah pemerintahan harus dibarengi dengan kehidupan yang agamis dan berbudaya agar menciptakan keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat yang harmoni.

Dibidang olahraga, lelaki yang lahir tanggal 10 Januari 1968 ini juga berhasil mengantar tim sepak bola Kecamatan Tirawuta sebagai juara pertama Pekan Olahraga tingkat Kabupaten (Porkab) Kolaka.

Dengan berbagai prestasi dan gagasan smart SBM sekaligus menghantarkannya sebagai Camat Teladan tingkat Kabupaten Kokaka pada tahun 2006 lalu.

SBM merupakan sosok pemimpin yang dapat berakselerasi dengan masyarakat. Ia mampu memberdayakan dan mendorong partisipasi masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pembangunan.

Dua monumen yang berhasil dibangun SBM bersama partisipasi masyarakat adalah pembangunan kantor Camat Tirawuta dan tribun lapangan sepak bola Nur Latamoro yang terbilang megah. Bangunan tersebut dibuat tanpa melalui dana APBD.

Bahkan semasa SBM menjabat, lapangan sepak bola Latamoro yang menjadi buah karyanya itu digunakan sebagai tempat deklarasi pembentukan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) pada tahun 2004. Sampai sekarang dua peninggalannya tersebut masih digunakan atau dinikmati.

Dimata Buhari Matta sebagai Bupati Kolaka, SBM adalah pemimpin yang amanah, penuh dengan segudang prestasi. Dianggap mampu membebaskan Kecamatan Tirawuta dari ketertinggalan dengan kecamatan lain. Mampu membuka daerah isolasi dan kawasan tertinggal melalui program Gerbang Kaster (Gerakan Pembangunan Kawasan Tertinggal).

Atas pencapaian itu, maka pada tahun 2005, SBM mendapatkan penghargaan khusus dari Bupati Kolaka. Ia diajak berkunjung ketiga negara sekaligus yaitu Thailand, Malaysia dan Singapura.

Diundang Presiden RI

SBM Dalam Ingatan serta Sejumlah Prestasi
Bahri Madjid saat menjabat sebagai Camat

Masa jabatan sebagai camat Tirawuta hanya diamankah kepada SBM selama tiga tahun. Ia kemudian pindah tugas di Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka pada tahun 2007.

Bukan SBM namanya jika tak bisa mengukir prestasi. Disaat menjabat sebagai Camat Kolaka, ia berhasil membina Kelurahan Watuliandu (sekarang sudah Kecamatan) untuk mengikuti lomba kelurahan dan desa tingkat provinsi Sultra pada tahun 2007. Hasilnya, Kelurahan Watuliandu terpilih sebagai juara.

Prestasi yang diraih sekaligus memberikan kehormatan secara khusus kepada SBM. Ia diundang secara khusus oleh Presiden RI ke-6 untuk menghadiri upacara kenegaraan 17 Agustus 2007. Waktu itu, presiden RI adalah Susilo Bambang Yudhoyono. SBM waktu itu bersama Lurah Watuliandu, Muhammad Jasar Djafar.

Selain upacara kenegaraan, SBM diajak menghadiri malam ramah tamah, sidang DPR-MPR RI dan lain-lain.

Camat Teladan

SBM Dalam Ingatan serta Sejumlah Prestasi
Bahri Madjid terpilih sebagai Camat terbaik di Kabupaten Kolaka

Gemilang prestasi SBM tak cukup sama disitu saja. Ditahun 2007 ia juga dinobatkan sebagai camat teladan dari seluruh wilayah kecamatan yang meliputi Kabupaten Kolaka. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Bupati Kolaka.

Meskipun dikarunia kecerdasan, karakter kepemimpinan dan segudang prestasi membanggakan, namun SBM selalu tampil dan hidup dalam kesederhanaan. Ia tidak tumbuh menjadi pemimpin ataupun pribadi yang sombong.

Buatnya, apa yang telah dilakukannya semata-mata karena didasari dengan niat yang tulus dan ikhlas demi kepentingan orang banyak.

“Apa yang mesti disombongkan, semua itu adalah titipan dari yang Maha Kuasa. Hidup ini sederhana.Lakukan saja hal-hal yang terbaik buat banyak orang (masyarakat). Karena mereka adalah bagian dari diri kita. Lakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas,” ucapnya.

 

 

Reporter: Adinda Putri Amelia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait