oleh

Sembilan Hari di Madinah, Jemaah Dapat Makan 3 Kali Sehari

-Kendari-288 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Keberangkatan jemaah haji gelombang pertama masih berlangsung sejak 4 Juni 2022. Pada fase ini, seluruh jemaah diberangkatkan menuju Madinah Al-Munawwarah. Sesuai jadwal jemaah akan tinggal paling lama selama sembilan hari di Madinah untuk menunaikan ibadah Arbain, ziarah, dan kegiatan lainnya.

“Tahun ini, pemerintah memberikan layanan konsumsi 3 kali setiap harinya, yaitu makan pagi, makan siang dan makan malam,” terang Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat, Akhmad Fauzin saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (13/6/2022) melalui siaran persnya.

“Jadi hitungan maksimalnya, jemaah akan mendapat sebanyak 27 kali makan selama 9 hari selama di Madinah,” katanya.

Fauzin yang juga Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi (HDI) Setjen Kemenag menjelaskan bahwa, makanan akan didistribusikan ke setiap hotel jemaah haji sebelum waktu makan tiba. Menu makanannya bervariasi setiap harinya, sejak Senin sampai Minggu. Isi makanan terdiri dari nasi, sayur, lauk, buah dan air mineral.

“Batas mengkonsumsi untuk makan pagi pukul 11 siang, makan siang pukul 17, dan makan malam pukul 23 WAS. Ini tertera juga dalam kemasan makanan,” tegasnya.

Penyajian pun lanjut dia, diberikan dalam kemasan box yang sudah lolos uji standar higienitas.

Fauzin menambahkan, sampai dengan hari ini, sebanyak 23.178 jemaah telah diberangkatkan ke Madinah. Hari ini kembali diberangkatkan 3.619 jemaah yang terbagi dalam sembilan kloter dari lima embarkasi. Masing-masing dua kloter berangkat dari Embarkasi Jakarta – Pondok Gede atau JKG (786 jemaah), Jakarta – Bekasi atau JKS (820), Solo atau SOC 1 (720), dan Surabaya atau SUB (900). Satu kloter dari embarkasi Medan (MES) dengan 393 jemaah.

“Jemaah haji sakit per hari ini sebanyak 43 orang,  38 orang dengan rawat jalan dan 5 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Jemaah wafat menjadi 2 orang, 1 dari embarkasi Jakarta – Pondok Gede dan 1 dari Embarkasi Padang,” papar Fauzin.

“Sesuai laporan petugas kesehatan, dari jumlah Jemaah yang telah tiba di tanah suci, 40.10% memiliki potensi resiko tinggi terhadap kesehatannya. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk beristirahat cukup dan jangan beraktifitas yang dapat menyebabkan kelelahan berlebih,” lanjutnya.

Fauzin kembali mengingatkan kondisi cuaca di Arab Saudi yang sangat panas. Suhu tertinggi pada siang hari mencapai 46 derajat celcius, sementara suhu terendah 38 derajat celcius pada dini hari. Menurut Fauzin, ini menjadi cuaca dengan status siaga dan harus menjadi perhatian seluruh jemaah.

Dia mengimbau para jemah membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika akan keluar, lengkapi dengan alat pelindung diri dan memakai alas kaki. Selain itu jemaah haji  jangan menunggu haus untuk minum, mengkonsumsi vitamin, dan menjaga kesehatan dengan makan tepat waktu serta dan istirahat yang cukup.

 

Reporter : Nurul
Editor      : Wahyu


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkait