Dinkes Kendari Diminta Antisipasi DBD

Advetorial1022 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Dinas Kesehatan Kota Kendar diminta untuk mengantisipasi mewabahnya Demam Berdarah Dengue (DBD) di Ibukota Sulawesi Tenggara ini. Pasalnya, curah hujan beberapa pekan terakhir ini menjadi potensi berkembangnya nyamuk aides aygepti.

Wakil Ketua DPRD Kota Kendari Samsuddin Rahim mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Kendari sebagai instansi teknis hendaknya bisa lebih intens dalam melakukan pengawasan pada daerah-daerah yang rentan wabah DBD.

Politisi Partai Amanat Nasional ini mengunngkapkan, Dinas Kesehatan Kota Kendari tentunya telah memiliki data yang valid terkait kawasan rawan DBD di Kota Kendari. Jadi sangatlah penting untuk dilakukan pengawasan yang lebih baik.

ilustrasi

“Kami tidak inginkan nanti sudah banyak masyarakat yang terjangkit DBD, baru ada langkah melakukan pencegahan. Jadi antisipasi dini mesti dilakukan oleh Dinas Kesehatan,”jelasnya, pada kendariaktual.com, Selasa (14/5/2024).

Dituturkannya, Dinas Kesehatan Kota Kendari juga bisa memaksimalkan peran-peran dari Puskesmas yang ada didaerah ini. Sebab Puskes merupakan ujung tombak penanganan kesehatan masyarakat sebelum dilanjutkan tindakannya ke rumah sakit.

Selain itu tambahnya, pemberian pemahaman hidup sehat dan bersih kepada masyarakat di Kota Kendari haruslah terus dilakukan sehingga anyisipasi mewabahnya DBD bisa dilakukan dari tingkat masyarakat.

“Kesadaran masyarakat akan hidup sehat dan bersih dilinkungannya sangatlah memiliki peran penting dalam menangani persoalan DBD. Jadi kami berharap peran masyarakat bisa lebih baik lagi dalam membantu pemerintah,”tuturnya.

Antisipasi DBD, DPRD Minta Dinkes Aktifkan Germas
La Ode Azhar

Senada dengan itu anggota Komisi III DPRD Kota Kendari La Ode Azhar menerangkan, persoalan DBD ini merupakan pesoalan yang selalu datang setiap tahunnya.

Jadi terang polittisi Partai Golkar ini, seharusnya angka masyarakat yang terjangkit DBD setiap tahunnya bisa ditekan dan tidak bertambah jumlahnya. Dikatakannya demikian, karena jika jumlah warga penderita DBD setiap tahunnya masih bertambah maka kerja dari Dinas Kesehatan Kota Kendari patut dipertanyakan.

“Saya berharap ada langkah-langkah konkrit dari Dinas Kesehatan Kota Kendari untuk menangani persoalan DBD ini. Jika tidak akan terjadi lonjakan angka penderita DBD setiap tahunnya di Kota Kendari,”tukasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *