DPRD Minta Potensi Ikan Air Tawar di Kendari Dimaksimalkan

Advetorial590 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – DPRD Minta Potensi ikan air tawar yang dibudidaya oleh Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kendari dapat lebih maksimal lagi pengelolaanya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Kendari Rostina Tarimana mengatakan, pihaknya berharap potensi yang ada di BBIAT Kendari ini sangatlah besar untuk air tawar. Untuk itu, sangatlah penting potensi ini terus dimaksimalkan.

“Kami dari DPRD Kota Kendari menginginkan bagaimana potensi ikan air tawar di Kota Kendari bisa lebih baik lagi. Jadi peran dari Balai Bibit Ikan Air Tawar sangatlah dibutuhkan,”jelasnya, pada kendariaktual.com, Selasa (2/5/2023).

ROSTINA TARIMANA

Selain itu tuturnya, pihaknya akan senantiasa memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan bibit ikan air tawar yang ada di balai milik Dinas Perikanan Kota Kendari tersebut.

Senada dengan itu Wakil Ketua DPRD Kota Kenndai Samsuddin Rahim menyatakan, untuk memksimalkan potensi ikan air tawar ii Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kendari hendaknya dapat lebih maksimal lagi dalam menjaga potensi yang dimilikinya.

“Dengan pengelolaan yang maksimal tentunya potensi ikan air tawar di Kota Kendari ini akan dapat lebih maksimal lagi kedepannya, “tukasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari Imran Ismail menerangkan, potensi BBIT Kendari sangatlah besar hingga bisa mencapai 2 juta ekor. Tetapi saat ini pihaknya masih menghadapi kendala dengan terbatasnya indukan ikan yang ada di BBIAT Kendari.

Maka dari itu, saat ini lanjutnya, persoalan indukan ini akan segera disikapinya dengan baik sehingga bisa lebih menghasilkan bibit ikan yang lebih banyak lagi dari yang ada saat ini.

“Kita masih belum bisa maksimal mengelola potensi yang ada ini. Jadi jika kita memiliki indukan yang cukup maka saya optimis bisa memenuhi target, “ungkapnya.

IMRAN ISMAIL

Untuk saat ini terangnya, bibit yang ada di BBIAT Kendari sudah hampir mencapai 12 ribu ekor. Jumlah ini tentunya akan lebih maksimal jika terkelola secara maksimal.

“Alhamdulillah sekarang ini untuk bibit yang ada sudah hampir 12 ribu. Tinggal saat ini kita membutuhkan indukan,” ungkapnya.

Namun begitu tuturnya, untuk mengatasi kendala tersebut pihaknya terus berupaya dengan melakukan sejumlah upaya, seperti pemijahan sendiri termasuk mengadakan indukan bersertifikat.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *