Melestarikan Budaya Lokal GenBI IAIN Kendari Menggelar Festival Budaya

Kendari, Pendidikan768 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Melestarikan budaya lokal Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari menyelenggarakan Festival Budaya bertemakan Melestarikan Budaya Bumi Anoa di Era 4.0 yang berlangsung di Auditorium IAIN Kendari selama dua hari, 30 September hingga 1 Oktober 2022.

Wakil Rektor III, Herman, mengatakan, pemilihan tema budaya dalam kegiatan ini dapat merefresh kembali semangat para generasi muda di Sulawesi Tenggara untuk menjaga eksistensi budaya lokal di era modernisasi.

”Saat ini yang diadopsi bukan hanya ilmu pengetahuan dan teknologi Barat tetapi juga gaya hidup, cara berpakaian dan berperilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma bangsa Indonesia. Perubahan tersebut tidak dapat dihindari namun dapat dicegah dengan menanamkan kesadaran para generasi muda terhadap pentingnya melestarikan nilai dan norma yang berlaku dalam budaya dan kearifan lokal masyarakat kita,” ucapnya, Senin (3/10/2022).

Hadir di acara tersebut Manajer Unit Implementasi Sistem Pembayaran BI Sultra Taufik, SE, MBA, M.Com, Ketua FKPT Provinsi Sultra Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.H.I, Kepala LPKA Kelas II Kendari Efendi Wahyudi, Kepala Bank Mandiri Cabang Sultra Jimmy Charles P Tampubolon, Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Amin Nasir, M.Pd, anggota komunitas GenBI se Sulawesi Tenggara serta mahasiswa IAIN Kendari.

Sementara, Ketua GenBI Komisariat IAIN Kendari, Dina Nurhalizah mengungkapkan, tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan budaya lokal Sultra kepada mahasiswa, siswa SMA/SMK dan masyarakat umum.

“Kami mengundang para mahasiswa dan siswa SMA/SMK se kota Kendari untuk turut berpartisipasi pada kegiatan ini. Mereka mengikuti berbagai lomba antara lain fashion show pakaian adat Sultra dan pop solo lagu daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selain mahasiswa dan siswa SMA/SMK, GenBI juga mengundang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) se Kota Kendari dan diberi ruang untuk tampil mengenakan pakaian adat pada festival ini.

Selain itu, disiapkan juga stand kuliner yang menyajikan berbagai macam makanan tradisional khas Sultra seperti lapa-lapa, cucur, karasi, bagea, katumbu gola dan aneka olahan kacang mete.

Diharapkan kegiatan tersebut mampu mendorong generasi muda khususnya para pelajar untuk mencintai dan mempertahankan budaya lokal dan dapat menjadi wadah untuk menunjukkan kreativitas dan potensi diri.

 

Reporter : Nurul
Editor      : Rasman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *