oleh

Transaksi Digital, Kendari Raih Predikat terbaik kedua di Rakornas P2DD 2022

-Kendari-475 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, KENDARI – Kota kendari berhasil meraih penghargaan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2022 terbaik kedua untuk kategori daerah tingkat kota di wilayah Kawasan Timur Indonesia di Rakornas P2DD yang perdana di selenggarakan, Jakarta 6 November 2022.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra,Doni Septadijaya, mengucapkan selamat atas penghargaan yang di raih Kota Kendari.

Rakornas ini menganugerahkan penghargaan TP2DD terbaik kepada daerah yang dinilai telah optimal dalam melakukan akselerasi digitalisasi.

“Seperti yang kita ketahui bersama, BI dan Kota Kendari terus mendorong transaksi non tunai berbasis digitalisasi,” ungkapnya, Rabu (7/12/2022).

Bahkan, seluruh pendapatan pajak maupun retribusi di Kendari telah terbuka untuk masyarakat membayar secara non tunai baik melalui QRIS, ATM, mobile banking maupun kanal pembayaran non tunai lain.

Diharapkan, Kendari dapat terus berakselerasi menjadi pemerintahaan daerah yang maju dengan eletronifikasi pemerintahan daerahnya.

Penghargaan juga diberikan kepada 26 pemerinrah daerah lainnya ditingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota. Untuk kawasan timur Indonesia, TP2DD propinsi terbaik diraih oleh Provinsi Sulawesi Selatan, Kota terbaik Kora Makassar dan Kabuparen terbaik Kabupaten Luwu.
Selain itu, Rakornas juga memberikan penghargaan kepada BPD Bali sebagai bank pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) terbaik dalam mendukung ETPD.

Rakornas P2DD merupakan forum tertinggi untuk sinkronisasi kebijakan strategis antar anggota Satgas P2DD dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang dilaksanakan satu kali setahun.

Sebagaimana amanat Kepres No. 3 Tahun 2021, P2DD bertujuan untuk mendukung tata kelola keuangan melalui elektronifikasi transaksi pemerintah daerah untuk kegiatan transaksi belanja dan pendapatan daerah, serta pembayaran di masyarakat secara non tunai yang berbasis digital.

Perkembangan terakhir digitalisasi pemerintah pada Semester I 2022 dinilai baik menunjukkan hasil positif.
Pemda kategori Digital tercatat menjadi 283 Pemda dari 199 Pemda pada semester sebelumnya atau naik 42%.

Indikator lainnya juga menunjukkan bahwa mayoritas jenis transaksi keuangan daerah yang telah terelektronifikasi, perluasan berbagai kanal pembayaran nontunai, serta pengembangan ekosistem pembayaran digital di daerah.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kendari, Satria Damayanti menuturkan, Kendari sendiri merupakan satu-satunya pemda di Sultra yang berhasil mencapai status maju pada tahun 2021 dan tetap mempertahankan status tersebut sampai dengan saat ini.

Dengan elektronifikasi transaksi keuangan Pemerintah daerah, Kota Kendari mencatatkan pertumbuhan PAD sebesar 9,6% hingga bulan Oktober 2022.

“Sejauh ini pihaknya telah menerapkan seluruh pembayaran pajak maupun retribusi di Kendari secara non tunai baik melalui QRIS, ATM, mobile banking maupun kanal pembayaran non tunai lain,” pungkas dia.

Reporter : Dandi
Editor      : Rasman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.