Andi Sumangerukka Berbagi Tips jadi Petani Berkualitas

Berita414 Dilihat

KENDARIAKTUAL.COM, RAHA – Tidak hanya turun ke masyarakat dengan mengadakan kegiatan sosial, Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka juga melakukan silaturahmi dengan para petani di salah satu hotel yang ada di Raha, Sabtu (23/9/2023). Selain melakukan diskusi secara langsung, dalam kesempatan ini ASR juga memberikan bantuan berupa 10.000 paket sembako bagi petani dan 10 cultivator pertanian, masing-masing untuk petani Kabupaten Muna 5 cultivator dan Kabupaten Muna Barat juga 5 cultivator.

Di hadapan ratusan petani asal Kabupaten Muna dan Muna Barat ini, ASR mengingatkan bahwa petani harus bisa mempertahankan kualitas hasil pertaniannya. Karena petani merupakan salah satu ujung tombak untuk memenuhi kebutuhan pangan. Hal yang terpenting, ia juga menyampaikan bahwa bidang pertanian bisa menjadi lapangan pekerjaan.

“Kita harus bisa mengubah mindset atau pola pikir bahwa pertanian itu juga bisa menjadi sebuah lapangan pekerjaan,” katanya.

Melalui kesempatan ini, salah seorang petani dari Kecamatan Parigi bernama Laode Unde, mengeluhkan bagaimana meningkatkan nilai tambah. Diakuinya, sebagai petani nanas ia merasa kesulitan. Padahal nanas bisa diolah sehingga harganya bisa lebih mahal.

“Sejak tahun 1965, saya sudah menjadi petani nenas, saya membiayai anak dan istri saya dari bertani, saya tidak ingin  mengeluh di sini, hanya saja saya ingin meningkatkan nilai tambah dari hasil tani saya karena saya dengar nenas ini bisa diolah jadi selai, sirup dan beberapa bahan lainnya,” katanya.

Petani lainnya, Nurlin, juga mengutarakan hal senada terkait hasilnya mengolah tanah.

Menanggapi hal ini, ASR mengatakan bahwa seorang petani ketika akan menjual apa yang menjadi hasil pertaniannya, satu yang harus dijaga, yakni kualitas. Jika kualitas terjaga, maka hasil tani tersebut akan dicari.

Selain itu, petani juga harus memiliki corporate sehingga lebih teratur. Pasalnya, untuk beberapa jenis tanaman pasti ada musim tertentu.

“Lebih bagus kalau bentuk corporate sehingga ada yang atur misalnya daerah ini dibutuhkan apa, corporate itu milik petani maka keuntungannya juga nanti jadi milik petani,” pungkasnya.

Reporter : Yusuf
Editor       : Rasman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *